Laptop computer vs Pill, Mana yang Lebih Baik Buat Harian?

Uzone.id – Laptop computer dengan harga di bawah Rp10 juta, lumrahnya dilengkapi dengan spesifikasi…

Laptop computer vs Pill, Mana yang Lebih Baik Buat Harian?

Uzone.id – Laptop computer dengan harga di bawah Rp10 juta, lumrahnya dilengkapi dengan spesifikasi dan fitur yang pas-pasan. Tapi untuk pill, khususnya berbasis Android di rentang harga yang sama, kemungkinan besar didukung spesifikasi tinggi dan fitur lengkap untuk mendukung kegiatan pengguna sehari-hari.

Dari sisi harga, pill memang terasa lebih price it untuk dibeli ketimbang laptop computer. Apalagi, sekarang modelmodel pun getol merilis seri pill dengan harga yang lebih murah, tapi membawa fitur multitasking ala laptop computer yang bikin kerja cell kian mudah.

Tapi perbandingan antara pill dan laptop computer bukan dari sisi harga saja. Ada berbagai aspek lain yang harus dibandingkan, mulai dari kegunaan, spesifikasinya, ukuran dan kemudahan pemakaian, kemampuan baterai, dan sebagainya.

Baca juga: FOTO: Asus ExpertBook B3000, Laptop computer Murah untuk Anak Sekolah

Keyboard, kelebihan mutlak laptop computer

Laptop computer vs Pill, Mana yang Lebih Baik Buat Harian?

Enter utama dari pill adalah sentuhan pada layarnya, sehingga cukup merepotkan kalau harus memasukkan teks. Kalau laptop computer, kalian bisa menggunakan keyboard, touchpad, bahkan sentuhan pada layar kalau laptopnya memang mengusung layar sentuh atau touchscreen.

Oke memang ada aksesori keyboard wi-fi bagi pill, dan bahkan ada beberapa model yang menyertakan peripheral tersebut untuk perangkatnya dalam paket pembelian.

Akan tetapi, pengalamannya masih jauh dari laptop computer. Keyboard laptop computer rata-rata sudah full-sized dengan jarak antar keycaps yang pas dan membuat pengetikan minim typo. Beda dengan keyboard pill yang dibuat seminimalis mungkin dengan jarak yang rapat antar tombolnya.

Baca juga: FOTO: Lebih Dekat dengan Pill Murah Xiaomi, Redmi Pad

Pill lebih pas untuk mobilitas

Kayaknya ga ada deh pill yang berbobot lebih dari 700 gram atau di atas 800 gram. Beda dengan laptop computer yang sebagian besarnya punya berat di atas 1 kg.

Memang ada jenis laptop computer di bawah 1 kg, namun harganya pasti bakal lebih mahal karena menggunakan desain fanless dan prosesor terbaru yang highly effective namun efisien dayanya.

Alasan utama mengapa laptop computer lebih berat, tentu saja komponen di dalamnya, ukuran yang lebih besar, ada keyboard dan trackpad, dan tetek bengek lainnya.

Belum lagi kalau kalian memilih laptop computer dengan performa tinggi, makin berat lagi dengan adanya kartu grafis tambahan, sistem pendingin berupa kipas, dan sebagainya,

Untuk urusan mobilitas, pill rasanya lebih unggul daripada laptop computer. Meski ditambah dengan aksesori keyboard wi-fi pun, pill ukuran 10 atau 11 inci saja, masih enak banget dibawa bepergian.

Baca juga: FOTO: Lenovo Yoga Slim 7 Professional X, Laptop computer Tipis dengan RTX 3050

Daya tahan baterai pill lebih lama

Rata-rata pill mengusung baterai di atas 5.000 mAh, namun punya daya tahan yang lebih lama ketimbang laptop computer. Alasannya, karena kebutuhan daya yang lebih rendah dan efisien ketimbang laptop computer.

Sementara laptop computer, punya {hardware} yang lebih kompleks dan kuat. Kalaupun laptop computer membawa baterai dengan kapasitas besar di atas 65 Wh misalnya, tetap saja ketahanan baterainya tak bisa menandingi pill.

Dari berbagai overview yang sudah dilakukan, rata-rata laptop computer punya daya tahan rata-rata dari 5 sampai 8 jam. Sementara pill, bahkan ada yang mencapai 20 jam untuk sekali pengecasan.

Baca juga: Kelebihan Redmi Pad, Pill Xiaomi Terbaru Harga Rp3 Jutaan

Ketersediaan memori penyimpanan seimbang

Di sektor ini, sebenarnya nyaris seimbang, namun laptop computer tetap unggul. Pill saat ini memang ada yang dibekali dengan penyimpanan hingga 512 GB atau 1 TB, seperti iPad Professional generasi terbaru misalnya.

Di sisi lain, laptop computer dengan kapasitas penyimpanan 512 GB hingga 1 TB sudah lumrah diterapkan oleh laptop computer, bahkan untuk kelas entry-level sekalipun. Jenisnya pun sudah SSD, dengan beragam versi kecepatan yang berpengaruh pada harganya.

Bak laptop computer (beberapa saja) dan pill juga menyertakan fitur USB-C dan microSD/SD Card yang memungkinkan switch knowledge dengan cepat dari sumber eksternal.

Baca juga: Plus Minus Asus ExpertBook B3000, S Mode Bikin Kaku 

Performa laptop computer lebih oke buat kerja

Baik pill dan laptop computer punya performa yang pas untuk mendukung keseharian pengguna, mulai dari bekerja, mengerjakan tugas-tugas, membuka electronic mail, searching, hingga multimedia seperti memutar video atau audio.

Untuk keperluan heavy person seperti kreator konten dan gamer, baik pill dan laptop computer juga menyuguhkan kinerja yang kurang lebih sama. Sekarang ngedit video dan rendering sudah bisa dilakukan di pill berkat aplikasi VN, CapCut dan sebagainya.

Ngegame pun, sudah banyak pilihan recreation dengan grafis AAA yang tersedia di Android maupun iOS. Pill juga sudah bisa memainkannya dengan lancar, meski tergantung dengan spesifikasi yang dibawanya.

Sama halnya, laptop computer juga punya performa yang baik. Berbagai aktivitas dari ringan sampai berat untuk enhancing maupun gaming dapat dijalankan dengan baik. Namun karena mempunyai kelebihan pada opsi masukannya, laptop computer lebih unggul.

Baca juga: Overview Huawei MatePad Professional 11 2022

Software program laptop computer punya fitur lebih lengkap

Subjektif sih, namun sistem operasi Home windows maupun macOS pada laptop computer jauh lebih enak buat dipakai bekerja ketimbang Android dan iOS, terutama untuk multitasking hingga akses fiturnya.

Kedua OS untuk laptop computer tersebut memiliki fitur yang lebih lengkap, baik fitur bawaan pada sistem operasi maupun fitur pada aplikasi yang dipasang di perangkat. Ditambah dengan layar dan opsi enter lebih baik dari pill, seluruh fitur tersebut bisa berjalan dengan maksimal dan amat membantu pengguna untuk menunjang produktivitasnya.

Namun demikian, bukan berarti software program Android dan iOS di pill jelek. Rata-rata pill ditujukan sebagai perangkat sekunder, sehingga sistem operasinya pun dirancang untuk mendukung pengguna yang sudah memiliki gadget lainnya, semisal laptop computer dan smartphone.

Kini, pill dari Samsung, Apple, Huawei, hingga Realme atau Oppo sekalipun, punya fitur kolaborasi yang memungkinkan perpindahan knowledge antara dua perangkat lebih seamless lagi.

Baca juga: 10 Laptop computer Murah Buat Mahasiswa, Ngerjain Tugas Lancar, Nge-game Mulus

Pill lebih terjangkau

Pill kini sudah ada yang harganya Rp2 jutaan, terutama untuk Android. Sementara untuk laptop computer terbaru, rasanya belum ada yang di bawah Rp 7 juta.

Jikapun ada, hanya ada dua kemungkinan. Laptop computer tersebut kondisinya bekas atau laptop computer itu berbasis Chromebook dengan spesifikasi yang jauh lebih terbatas.

Untuk mendapatkan pill berperforma terbaik, mengeluarkan uang di rentang Rp7 juta sampai Rp10 juta saja sudah lebih dari cukup. Kalian sudah mendapatkan layar yang berkualitas tinggi, kinerja top-tier, kamera dengan kemampuan yang mumpuni, hingga baterai yang lebih awet.

Sementara bagi laptop computer, laptop computer dengan harga di bawah Rp10 juta memang ada, namun punya spesifikasi yang biasa saja. Masih bisa untuk pekerjaan harian, terutama pekerja kantoran, namun kurang mumpuni untuk heavy person.

Laptop computer dengan performa yang pas untuk berbagai kebutuhan biasanya berada di rentang harga Rp15 juta hingga Rp20 juta, dengan prosesor Intel atau AMD generasi terbaru, RAM yang besar, penyimpanan SSD PCIe generasi yang baru, pilihan port yang beragam, sampai layar yang beresolusi tinggi.

Baca juga: Overview Realme Pad Mini

Kesimpulan

Laptop computer vs pill, jadi mana yang lebih baik? Dari beberapa perbandingan di atas, laptop computer sebenarnya menawarkan fleksibilitas yang lebih luas. Perangkat ini lebih mudah dioperasikan, terutama untuk tipe pengguna yang seringnya berinteraksi dengan keyboard dan touchpad

Dua hal tersebut membuat pengguna lebih produktif dan nyaman saat bekerja maupun belajar. Menghitung di spreadsheet, membuat essay, buka dokumen dan melakukan enhancing, dan kegiatan kantoran lainnya, lebih nyaman dilakukan di laptop computer.

Bagi heavy person semisal gamer dan kreator konten, katakanlah lebih menyenangkan dilakukan di laptop computer. Faktor sistem operasi juga menjadi kelebihan dari laptop computer, lantaran Home windows, macOS, bahkan sampai Linux sekalipun, memungkinkan pengguna mengakses fitur yang jauh lebih lengkap ketimbang Android dan iOS.

Laptop computer juga unggul dalam jumlah port daripada pill, sehingga memudahkan pengguna saat menghubungkan laptop computer ke layar eksternal, memindahkan knowledge dari sumber eksternal, dan aktivitas lainnya.

Pill saat ini ada beragam jenisnya, mulai dari kelas entry hingga high-end yang punya performa mumpuni. Pill memang tak memiliki portabilitas yang lebih luas seperti laptop computer, namun pill lebih cocok untuk mendukung mobilitas pengguna.

Pill lebih enak dipegang, lebih nyaman dibawa bepergian, tidak terlalu menonjol saat digunakan di tempat umum, dan dapat difungsikan sebagai pengganti smartphone karena ekosistem aplikasinya yang sama.

Pill pun lebih enak dipakai untuk membaca dimana saja, memiliki layar yang enak buat ngegambar (khusus bagi layar yang mendukung stylus), dan memiliki kamera yang lebih baik juga.

Seperti yang sudah kami bilang sebelumnya, pill lebih pas diperuntukkan sebagai perangkat sekunder pendukung perangkat utama, seperti laptop computer atau smartphone. Masih banyak batasan teknis yang belum ‘bisa dikejar’ pill untuk menggantikan laptop computer.

Pill adalah perangkat yang pas untuk meningkatkan expertise saat berkegiatan on-line, mulai dari baca, essential recreation, searching, dan sebagainya. 

Cek informasi menarik lainnya di Google Information


Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini